INSA: Tol Laut Perlancar Arus Logistik

PROBATAM.CO, Jakarta – Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menegaskan tol laut memberikan dampak sangat besar dalam mendistribusikan logistik di masa pandemi Covid-19.

Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, selama ini pelaku usaha melakukan kerjasama intensif dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam menjamin kelancaran distribusi logistik melalui angkutan laut. Di masa pandemi Covid-19, sektor transportasi laut menjadi bagian penting dalam pendistribusian bahan pokok ke seluruh daerah.

Carmelita menilai, kelancaran transportasi laut itu bisa dilihat dari operasional, baik kapal liner maupun kapal dalam program tol laut relatif sesuai jadwal. “Kita patut syukuri berkat kerja keras Kemenhub, sektor transportasi laut baik yang kapal liner maupun kapal tol laut yang mengangkut bahan pokok dan penting tetap berjalan lancar dan tanpa hambatan di masa pandemi seperti ini,” katanya dalam keterangan resminya, seperti dilansir rmco.id di Jakarta, Senin (22/6).

Carmelita menjelaskan, INSA sebagai mitra Kemenhub juga rutin berkoordinasi dalam menyukseskan tol laut. Sejak dimulainya trayek tol laut, pelayaran nasional telah berkontribusi ikut melayani trayek tol laut.

“Program tol laut juga dinilai telah mengalami banyak terobosan untuk mengoptimalisasikan perannya mengamankan jaring logistik ke daerah dan menekan disparitas harga antar wilayah,” ujarnya.

Sampai saat ini, jumlah trayek tol laut terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Sejak dimulai di akhir 2015, jumlah trayek tol laut sudah sebanyak 26 trayek pada 2020. Dari jumlah rute itu, tujuh rute dilayani oleh pelayaran swasta nasional.

Carmelita mengungkapkan, load factor kapal-kapal tol laut memang masih perlu terus dioptimalkan karena masih ada beberapa rute yang muatannya masih berkisar 30 persen. Tapi, ada juga rute tol laut yang sudah sampai 100 persen. Namun untuk optimalisasi muatan tol laut perlu sinergi seluruh pihak.

“Untuk itu optimalisasi program rumah kita untuk mengkonsolidasikan barang barang-barang pada sepanjang rute di program tol laut harus terus dilakukan,” tuturnya.

Selain itu, agar ketersediaan stok bahan pokok dan penting terjamin di daerah-daerah, saat ini yang diperlukan adalah memperbanyak volume barang yang diangkut, dan memperbanyak ship’s call kunjungan kapal tol laut.

Pemberian subsidi angkutan laut pada program tol laut juga baiknya difokuskan hanya untuk sembilan bahan pokok dan penting. Peran tol laut sangat penting dalam upaya mengurangi disparitas harga antarwilayah khususnya di wilayah timur dan di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).

“Tapi untuk menurunkan disparitas harga antar daerah tidak bisa hanya dilakukan Kemenhub melalui program tol laut,” ucapnya.

Perlu peran serta kementerian dan lembaga lain dalam menekan disparitas harga dan memastikan pergerakan logistik yang terintegrasi dan lancar, termasuk konektivitas antar moda transportasi dan pemantauan harga barang tol laut hingga ke tangan konsumen.

Ia menuturkan, dengan diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional diharapkan akan mempercepat optimalisasi kinerja tol laut, mengingat Inpres tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergitas seluruh instansi dalam meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

“Program tol laut yang sudah berjalan baik ini harus diiringi dengan munculnya industri di wilayah timur sehingga adanya pertumbuhan muatan balik kapal, dengan begitu nantinya akan membuat daya saing logistik kian baik,” ucapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email