Sekda Kota Batam Jefridin meninjau parit penuh sampah penyebab drainase tersumbat. foto: ist

Respon Keluhan Sering Banjir, Jefridin Masuk Parit, Minta Segera Normalisasi Drainase

PROBATAM.CO, Batam – Usai melihat pengerukan sampah di gorong-gorong depan Indomobil Batam Center, Senin (9/12) siang, Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin melanjutkan melihat titik banjir di daerah lain.

Kali ini Jefridin menuju Jalan Perumahan BPD RT 02 RW 14 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Batam.

Tinjauan ini untuk merespon pengaduan warga Perumahan Rekaland, Batam Center, melalui KataBatam tentang adanya tumpukan sampah di sekitar saluran air di dekat sebuah apartemen yang sedang dibangun.

“Bulan Mei kemarin dan dua minggu lalu kami kebanjiran dan dua tahun lalu juga. Sudah banyak kerugian, terlebih psykis. Tiap hujan gak tenang,” keluh warga.

Camat Batam Kota terlihat mendampingi Sekda Kota Batam turun ke lapangan merespon keluhan warga setempat. foto: ist

Menyikapi hal itu, Jefridin pun langsung meluncur. Tak lupa dia menghubungi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Yumasnur dan Camat Batam Kota Fairus Batubara agar ikut dalam inspeksi kali ini.

Sesampainya di kawasan itu, Jefridin langsung menuju saluran air yang dimaksud. Kondisinya mirip seperti info yang mereka dapat.

Sampah plastik menumpuk hingga terjadi pendangkalan dan menutup saluran air yang di atasnya dibangun sebuah rumah kayu non permanen untuk bangsal pekerja.

Tak puas hanya melihat di permukaan, suami Ketua DWP Kota Batam Hj Hariyanti ini langsung turun ke saluran air tersebut hingga sepatunya penuh lumpur.

“Kami minta agar pelaksana proyek pembangunan apartemen, agar drainasenya nanti mengikuti desain yang telah dibuat oleh pemerintah daerah, khususnya Dinas BM-SDA,” terangnya usai inspeksi itu.

Kemudian terkait hal yang dia minta harus segera dilaksanakan adalah, Camat Batam Kota Fairuz Batubara harus segera menormalisasi saluran air yang tersumbat tadi.

Selain itu untuk pelaksana proyek apartemen, Jefridin meminta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Sehingga tak mengganggu masyarakat sekitar,” terangnya.

Tak hanya itu, kepada pelaksana proyek apartemen juga diminta segera memasang jaring (semacam kelambu) pengaman pekerjaan yang menutup gedung.

“Ini penting, agar serpihan bangunan tidak keluar dan menimpa warga sekitar,” jelasnya. (kb/iin)