Manajemen Pelni memberikan penjelasan soal aplikasi logistik untuk memberi layanan door to door kepada konsumen.

Masuki Industri 4.0, Pelni Akan Luncurkan Aplikasi Logistik Awal 2020

PROBATAM.CO, Lembang – Dalam upaya mewujudkan pelayanan yang maksimal kepada konsumen, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), atau dikenal sebagai Pelni, akan meluncurkan aplikasi logistik digital di bulan Januari 2020. Ini merupakan salah satu langkah Pelni untuk mewujudkan visi tambahan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2020-2024.

“Visi kami nanti, bukan hanya unggul di bidang pelayaran, tetapi juga menjadi logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara. Untuk itu, kami perlu memberikan layanan door to door kepada konsumen melalui aplikasi yang telah kami kembangkan selama dua tahun terakhir,” ujar Direktur Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Harry Boediarto di Lembang, Minggu (17/11/2019).

Ia mengatakan dengan teknologi dan ekonomi digital yang berkembang pesat saat ini, tuntutan konsumen agar proses logistik menjadi lebih mudah.

“Masyarakat saat ini ingin semua barang bisa langsung dikirim ke depan pintu rumahnya, oleh karena itu, kami mengimplementasikan new bill of lading untuk aplikasi layanan door to door tersebut,” lanjut Harry.

Harry menjelaskan bahwa aplikasi tersebut akan mengakomodasi kepentingan konsumen dan publik. Selain itu, aplikasi tersebut juga akan memberikan konektivitas setelah turun dari kapal, bersifat open source dengan bekerja sama dengan berbagai mitra angkutan darat.

Saat ini, Pelni sudah menggandeng PT Kereta Api Logistik (Kalog) dan PT Pos Indonesia untuk memaksimalkan layanan logistik, namun tidak menutup kemungkinan Pelni juga akan menggandeng mitra lainnya, baik dari BUMN maupun swasta.

“Kami memang hanya memberikan layanan pelayaran, tetapi aplikasi tersebut mengintegrasikan peran-peran lainnya. Proses pembuatannya memakan waktu lama karena kami juga masih melihat business process yang ada, kami harus mempersiapkan sistem dari hulu ke hilir,” terangnya.

Harry menuturkan untuk hal ticketing, pihaknya masih mengalami kesulitan dalam kerjasama dengan perbankan. Untuk saat ini, tiket bisa dipesan di 162 dan dibayar melalui BRI, Alfamart, Indomaret, atau di kantor pos. “Namun, kami masih tetap mengejar supaya masyarakat bisa menggunakan opsi e-payment atau jasa travel online nantinya.”(*)

sindonews.com