Foto: dok.istimewa

Pria Ngaku Imam Mahdi di Depok Bertaubat

PROBATAM.CO, Depok – Triani (44) meminta maaf karena gelar Imam Mahdi kepada suaminya, Wardani telah menimbulkan kehebohan. Setelah didatangi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok, Triani mengakui bahwa ajarannya sesat.

“Kita juga yo mohon maaf bapak juga bukan dari pondok. Cuma dapat itu aja, ilham tadi. Ya udah ‘kan kalau kayak beliau-beliau kan, mohon maaf, emang udah rajin ibadah makanannya, mohon maaf yak. Al quran dan hadits seenggaknya ngelotok dan paham banget. Di situ yo akhirnya kita yo sepakat, ya dikata salah, (menerima) salah,” kata Triani saat ditemui di rumahnya di Jalan H Sulaiman, Bedahan, Sawangan, Depok dilansir detikcom, Kamis (30/5/2019).

Wardani didatangi oleh MUI dan aparat dari Kecamatan Sawangan hingga Polsek Sawangan pada Rabu (29/5) malam, setelah undangan open house halal bihalal yang akan digelar Kamis (6/6) di rumahnya, tersebar di media sosial.

MUI kemudian meminta Wardani untuk bertaubat dan meninggalkan ajarannya. Wardani juga diminta mengganti cat tembok musala yang berwarna hitam dengan kombinasi kuning.

Namun, hingga Kamis (30/5) sore, cat tembok di musala belum diganti. Triani beralasan belum punya waktu untuk mengganti cat musala tersebut karena kelelahan setelah suaminya dipanggil MUI semalam.

“Alhamdulillah, kita nggak ada masalah. Cuma gitu aja, cat, saya bilang nunggu ya. Saya mohon maaf, capek. Kita juga manusia biasa, bukan robot,” kata Triani.

sumber : detikcom

Print Friendly, PDF & Email

BACA JUGA

Petugas Pemilu Meninggal dan Kecelakaan Kerja Dapat Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Jhony

Sukses Jalankan TJSL Berkelanjutan, Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan Internasional di Ajang 11th Annual International Finance Awards 2023

Probatam

Komunitas Sastra Dilaut Kabupaten Lingga Tampil Memukau Di Malaysia

Jhony

Seluruh Korban Kecelakaan Bus Bhinneka di Tol Km 41 Karawang Terjamin Jasa Raharja

Probatam

PGN dan PT IAE Koordinasi Intensif Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

HDM Fayyadh

Digitalisasi Layanan PGN Secara Realtime dan Terintegrasi melalui IMOC

HDM Fayyadh