Polda Kepri Keluarkan Imbauan Kamtibmas Ancaman Monkeypox

PROBATAM.CO, Batam – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri mengeluarkan imbauan Kamtibmas pencegahan penularan virus cacar monyet atau Monkeypox yang menghebohkan publik Singapura.

Seperti diketahui, virus tersebut masuk ke negeri Singa pada akhir bulan lalu melalui seorang pendatang asal Nigeria yang teridentifikasi Monkeypox. Penyakit langka ini menular ke manusia melalui primata.

“Kita sadari bahwa Kepri sendiri berdekatan dengan Singapura, sehingga kita harus siap dan sigap mengantisipasinya,” kata Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto melalui Kabid Humas Kombes Pol S. Erlangga dalam rilisnya, Jumat (17/5).

Ia menuturkan, penularan cacar monyet terjadi akibat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, lesi kulit atau mukosa pada hewan yang terinfeksi (kera, tikus dan tupai). Selain itu, makan daging hewan terinfeksi (masak tidak matang) juga faktor risiko terkena virus.

“Penularan sekunder dari manusia ke manusia, akibat kontak langsung dengan lendir dari saluran pernapasan orang yangg terinfeksi, lesi kulit orang yang terinfeksi/benda yang terkontaminasi cairan dari tubuh pasien atau dari lesi,” jelasnya.

Menurut dia, resiko anggota rumah tangga terkena virus ini akan lebih besar jika penularannya melalui partikel pernapasan dan kontak tatap muka yang berkepanjangan.

“Gejala Monkeypox, masa inkubasi cacar monyet (interval infeksi sampai timbul gejala) 5 hingga 21 hari,” katanya menambahkan.

Sementara untuk siklus infeksinya terbagi dua periode, yakni periode invasi (0-5 hari) ditandai demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot) dan asthenia yang intens (kekurangan energi).

Kemudian, sambung dia, periode erupsi kulit (1-3 hari setelah muncul demam) berbagai ruam muncul, mulai dari wajah menyebar ke bagian tubuh. Wajah (95% kasus), telapak tangan dan telapak kaki (75% kasus) paling terpengaruh.

“Evolusi ruammaculopapules (lesi dengan basis datar) ke vesikel (lepuh isi cairan kecil), pustula, diikuti kerak terjadi sekitar 10 hari. Mungkin perlu waktu tiga minggu sebelum semua itu lenyap dari kulit,” kata dia.

Jumlah lesi bervariasi dari sekian sampai dengan beberapa ribu, mempengaruhi membran mukosa mulut (70% kasus), genitalia (30%), konjungtiva (kelopak mata 20%), serta kornea (bola mata).

Beberapa pasien alami limfadenopatiparah (bengkak kelenjar getah bening) sebelum muncul ruam ciri khas cacar monyet dibanding penyakit serupa lainnya.

“Pencegahan agar tidak tertular cacar monyet, hindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi, serta batasi paparan langsung terhadap darah dan daging yang tidak dimasak dengan baik,” urainya.

Ia juga mengingatkan untuk membatasi kontak fisik dengan orang terinfeksi atau hindari bahan terkontaminasi. Seperti memakai sarung tangan dan pakaian pelindung saat merawat orang sakit atau tangani hewan yang terinfeksi.

“Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengobatan dan vaksin tidak ada perawatan khusus atau vaksin untuk cacar monyet. Wabah cacar monyet sejauh ini masih dapat dikendalikan. Vaksinasi cacar terbukti 85 persen efektif mencegah cacar monyet di masa lalu,” katanya.

Teakhir ia mengatakan, penyakit cacar monyet biasanya sembuh sendiri dari gejala 14 sampai hingga 21 hari. Kasus parah terjadi lebih sering pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan dan tingkat keparahan komplikasi pasien.

“Kasus kematian terjadi bervariasi, infonya 10 persen kasus sebagian besar anak-anak,” demikian Erlangga menjelaskan.

(*/hms)

Editor : iin

Print Friendly, PDF & Email

BACA JUGA

Kapolda Kepri Terima Audiensi PWI Provinsi Kepri

Jhony

Kepala BPJSTK Batam Sekupang Kunjungi Peserta Kecelakaan Kerja

Jhony

BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Kunjungi PLKK RS Hj Bunda Halimah

Jhony

BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Terus Himbau Peserta Terhadap Modus Penipuan

Jhony

Bertepan dengan Masa Kampanye Pemilu 2024, 1.339 Personel Dikerahkan Polda Kepri untuk Pengamanan Nataru

Probatam

Kapolri Tarik Irjen Tabana, Brigjen Yan Fitri Jabat Kapolda Kepri

Probatam