Cacar monyet sering ditemukan di negara-negara Afrika (iStockphoto)

Seberapa Bahaya Virus “Monkeypox” atau Cacar Monyet?

PROBATAM.CO – Singapura memperketat pengawasan dan pemeriksaan setelah seorang lelaki asal Nigeria positif mengidap penyakit langka “monkeypox” alias cacar monyet. Pasien saat ini berada di ruang isolasi di Pusat Penyakit Menular Nasional (NCID) dan dalam kondisi stabil.

Sebanyak 22 dari 23 orang yang diidentifikasi melakukan kontak dengan pasien pun terpaksa harus dikarantina untuk mencegah terjadinya penularan virus. Mereka yang dikarantina meliputi 18 partisipan, mentor, petugas, dan empat staf hotel. Seorang lagi yang juga peserta workshop sudah meninggalkan Singapura pada 5 Mei.

Ini merupakan kasus cacar monyet pertama yang ditemukan di kawasan Asia. Lantas seberapa bahayakah penyakit ini, simak ulasan berikut :

Apa itu monkeypox?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan monkeypox adalah virus mematikan yang berasal dari hujan tropis di Afrika Tengah dan Barat.

Ia juga didefinisikan sebagai virus zoonotik (yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia). Dari bentuknya, ia mirip dengan cacar.

Kasus monkeypox pertama yang tercatat terjadi di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

Meskipun awalnya ditularkan ke manusia melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh primata yang terkontaminasi (atau hewan pengerat seperti tupai pohon dan tikus), monkeypox adalah penyakit menular sehingga mungkin bisa disebarkan sesama manusia.

Apa gejalanya?

Penyakit ini memiliki masa inkubasi enam sampai 16 hari. Pada tahap pembukaannya, pasien pertama-tama menderita demam, sakit kepala, pembengkakan, nyeri punggung, nyeri otot, dan kelesuan umum.

Setelah demam, tubuh penderita akan mengalami erupsi kulit, di mana ruam menyebar di seluruh wajah, diikuti oleh sisa tubuh. Biasanya ruam paling sering terjadi di telapak tangan dan telapak kaki.

Menurut ahli, virus ini dapat sulit didiagnosis tanpa bantuan analisis laboratorium karena kesamaan gejala dengan virus lain yang menyebabkan ruam, seperti cacar air, campak, kudis dan sifilis.

Seberapa berbahayanya?

Meskipun korban jiwanya masih di bawah cacar, tapi sudah ada korban jiwa akibat monkeypox. Khususnya di kalangan muda.

WHO mengatakan bahwa tingkat kematian kasus ini kurang dari 10 persen. Namun bukan berarti virus ini bisa dianggap sebelah mata.

Contoh, pada tahun 2017 di Nigeria, ada 172 kasus monkeypox diidentifikasi dan 61 kasus yang dikonfirmasi dilaporkan di seluruh negeri. Tujuh puluh lima persen penderita adalah laki-laki dan berusia antara 21 dan 40 tahun.

Saat ini, tidak ada vaksin atau pengobatan khusus yang tersedia. Tetapi cacar yang sudah ada sebelumnya telah terbukti 85 persen efektif dalam memerangi penyakit ini.

Oleh karenanya, saat ini Public Health England (PHE) sedang hati-hati dalam memeranginya. Terutama mereka yang sudah melakukan kontak dengan pasien yang telah didiagnosis.

(Is/bbs)

Print Friendly, PDF & Email