Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta (Photo : istimewa)

OJK Siapkan Aturan Penerbitan MTN Tanpa Penawaran Umum

PROBATAM.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan aturan penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) yang diterbitkan tanpa penawaran umum termasuk di dalamnya medium term notes (MTN).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menuturkan, OJK akan mewajibkan pihak yang terbitkan dan tawarkan MTN untuk mendaftar di OJK. Sebelumnya MTN atau surat utang jangka pendek ini tidak dilaporkan di OJK serta ditawarkan secara terbatas.

Dengan penerbitan efek termasuk MTN tanpa penawaran umum yang harus lewat OJK diharapkan dapat melindungi investor.

“Kami susun regulasi bukan instrumennya. Akan tetapi penawaran nonpublik tetap harus ke OJK. Selama ini atur instrumen. Kami punya orientasi atur aktivitas. Sepanjang aktivitas menghimpun dana di pasar modal, kami atur. Meski kepada 10 orang, kami atur. Investasi bodong di area tersebut, dan itu kami akan atur,” ujar Hoesen, saat acara focus group discussion (FGD), dilansir Liputan6.com, Minggu (7/4/2019).

Adapun aturan tersebut diperkirakan rilis pada kuartal III 2019. OJK pun sedang meminta tanggapan publik atas aturan OJK tentang penerbitan efek bersifat utang dan sukuk yang dilakukan tanpa melalui penawaran umum.

Dalam draft aturan tersebut mengatur kalau efek bersifat utang dan atau sukuk yang diterbitkan tanpa melalui penawaran umum harus memenuhi kriteria memiliki jangka waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun dan tidak lebih dari satu tahun.

Akan tetapi, memiliki opsi perpanjangan sehingga jangka waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Selain itu, nilai penerbitan paling sedikit Rp 1 miliar.

OJK pun mewajibkan efek bersifat utang dan sukuk tanpa penawaran umum hanya dapat dijual atau dialihkan kepada pemodal profesional.

Pemodal profesional yaitu terdiri atas lembaga jasa keuangan dan pihak selain lembaga jasa keuangan yang memiliki kemampuan untuk membeli efek dan melakukan analisis risiko terhadap investasi da efek tersebut.

Hal itu berdasarkan POJK Nomor 11/POJK.04/2018 tentang penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk kepada pemodal profesional.

Selain itu, efek bersifat utang dan sukuk tanpa penawaran umum di peringkat, efek bersifat utang dan sukuk tanpa penawaran umum itu wajib di peringkat oleh perusahaan pemeringkat efek yang terdaftar di OJK.

Efek bersifat utang dan sukuk tanpa penawaran umum yang diterbitkan oleh selain emiten wajib diperingkat. Pihak yang dapat menerbitkan efek bersifat utang dan sukuk tanpa penawaran umum tersebut adalah badan hukum di Indonesia atau lembaga keuangan internasional.

Efek bersifat utang dan sukuk ini tidak termasuk instrument pasar uang, sertifikat deposito, polis asuransi, efek yang diterbitkan dan dijamin pemerintah Indonesia dan efek lain yag ditetapkan oleh OJK.

Selain itu, efek bersifat utang dan sukuk tanpa penawaran umum menggunakan agen pemantau, maka agen pemantau tersebut wajib terdaftar sebagai wali amanat di OJK. Selain itu, penerbitan efek bersifat utang dan sukuk tanpa penawaran umum yang diterbitkan selain ole emiten wajib menggunakan agen pemantau.

(Is)

sumber : Liputan6.com

Print Friendly, PDF & Email

BACA JUGA

Probatam

Jumlah Pembayaran Klaim Meningkat dari Tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Pastikan Ketahanan Dana Tetap Aman

HDM Fayyadh

Hingga Pelosok Tanah Air, Tri Kembali Gelar Turnamen H3RO Esport 4.0

HDM Fayyadh

Pendapatan Indosat Berhasil Tumbuh 9,9 persen Menjadi Rp11,9 Miliar pada Kuartal I 2023

HDM Fayyadh

1.444 Marbot se-Indonesia Terima Donasi Ramadan dari Indosat dan Pelanggannya

HDM Fayyadh

BPJAMSOSTEK Batam Nagoya Lakukan Pembinaan PLKK se-Batam Guna Tingkatkan Kualitas Pelayanan

HDM Fayyadh